Detail Info Ada seekor burung dewata



TITLEAda seekor burung dewata
Author Tengku Haji Muhammad Lah Husny
Nid 84
Database Sejuta Pantun (Melayu)
Topic SejutaPantun
Source Pantun/Kuntai Melayu Sumatra Timur. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Jakarta: Proyek Penerbitan Buku Sastra Indonesia dan Daerah
Subject Pantun Berkait: Kuntai 4 untai (Pantun teka-teki Melayu)
AccessionNo 48592
Year 1985
Category Pantun Berkait: Kuntai 4 untai (Pantun teka-teki Melayu)
Team 8162
Text:
Jika tuan bertanya sudah
Langit bumi tidak berbelah
Puncak langit di tangan Allah
Peraturan Illahi jadi kaedah

Anak Arab pulang ke Arab
Tiba di Arab menutuh kayu
Emak berkurap ayah berkurap
Runtuh rumah lentak bergaru

Emak berkurap ayah berkurap
Runtuh negri karena beradu
Raja zalim pembesar pun korup
Melarat rakyat tiada berampu

Bawa puan dalam perahu
Seludang kelapa di dalam pulut
Jika tuan bijak dan tahu
Binatang apa bertanduk di mulut

Kalau tuan ingin hendak tahu
Binatang apa tanduk di mulut
Gading dijual di mana pun laku
Binatang gajah pemakan rumput

Apa namanya binatang satu
Panjang leher daripada kaki
Jikalau tuan hendaklah tahu
Angsa berleher panjang sekali

Baik di air baik di darat
Tiada suka di air kotor
Jikalau tuan sudah mendapat
Binatang apa tidak berekor

Binatang apa tidak berekor
Di musim hujan banyak bertelor
Kalau tuan memakai otak
Itulah dia seekor katak

Kalau tuan pergi ke Langkat
Jangan lupa ke Pulau Tuntung
Hewan apa pernah dilihat
Ekor pendek, panjangan hidung

Dari Langkat ke Pantai labu
Sampan dikejar kaum penjajah
Dengan singkat diberi tahu
Itulah namanya binatang gajah

Ada satu binatang melata
Lebar kepala darinya badan
Dengarlah tuan dengan nyata
Ikan tembakul jadi jawaban

Burung lari terbang ke nangka
Dekat kebun lembu mengamuk
Hai saudara cobalah teka
Lulus kambing tak lulus nyamuk

Dengar saudara saya menerka
Lulus kambing tak lulus nyamuk
Nafsu makan tak ada taranya
Membuat orang bertambah gemuk

Pak pong Pak Mustape
Pak Dolah di rumahnya
Tepong campur kelapa
Gula merah di tengahnya

Kalau tepong campur kelapa
Gula merah di dalamnya
Makanan orang tua muda
Buah Melaka nama kuenya

Angin bertiup burung melayang
Badannya besar tiada kepala
Indah menari permainan mata
Benda bernama layang-layang

Bawa puan dalam perahu
Bunga pandan tidak berpucuk
Apa nama binatang itu
Seluruh badan penuh bertanduk

Jika tuan sungguh berkehendak
Nama binatang yang bertunduk-tunduk
Seluruh badan penuh bertanduk
Itulah dia binatang landak

Tinggal binatang di gua batu
Jika tidak angin membantu
Tidak keluar dari situ
Siput namanya binatang itu

Ada satu burung dewata
Angin bertiup naik angkasa
Badannya besar tiada kepala
Indah menari permainan mata

Tiga puan bawa penari
Di anak tangga tegak terkilir
Kalau tuan bijak bestari
Binatang apa tidak berleher

Jeruk durian di dalam bambu
Piring pinggan di dalam ember
Patutlah tuan diberi tahu
Jenis ikan tiada berleher

Apa gunanya main di pintu
Orang hilir ke Kuala Bali
Apa namanya binatang satu
Panjang leher daripada kaki

Hewan apa di tengah padang
Makan mangsa tiada duduk
Kaki sepanjang galah orang
Kodok ikan ditelan masuk

Makan mangsa tiada duduk
Kaki sepanjang galah orang
Ikan kodok ditelan masuk
Bangsa Bangau nama binatang

Berlayar kapal dari Berandan
Arah menuju ke Selat Malaka
Lebar kepala darinya badan
Apakah itu binatang melata

Buah budi bedara mengkal
Masak sebiji di tepi pantai
Hilang budi bicara akal
Buah apa yang tidak bertangkai

Kalau tuan naik perahu
Jangan jauh dari pantai
Jikalau tuan hendak tahu
Buah Malaka tidak bertangkai

Rencana tumbuh rencana
Buluh betung mana salinya
Jika tuan bijaksana
Langit tergantung mana talinya

Taktik sekota alam
Jarinya halus seperti kalam
Mata di luar tubuh di dalam
Duduk menghitung siang dan malam

Duduk menghitung siang dan malam
Mata di luar tubuh di dalam
Jarinya halus seperti kalam
Itulah namanya sebuah JAM

Bukannya saya hendak ke kedai
Hanya pulang ke Limau Sundai
Bukan saya bijak pandai
Ayam agam tanduk di kaki

Rumah apa bilik betingkat
Atap dan dinding sama serupa
Jika puncaknya sudah diikat
Tiada takut diguncang gempa

Bilik rumah yang bertingkat
Atap dan dinding sama serupa
Gampa ditentang puncak diikat
Itulah sarang burung tempua

Kalau tuan ambil bejana
Jangan gantang sukatkan lada
Kalau tuan yang bijaksana
Binatang apa tanduk di dada

Bawa puan dalam perahu
Tempat penyimpan induk lada
Jika tuan ingin ‘ndak tahu
Banyak IKAN tanduk di dada

Berpayung bukannya orang
Ia hidup bukannya hewan
Tak boleh dipakai, boleh dimakan
Itulah namanya batang cendawan

Bersisik bukannya ikan
Bermuncung bukan bengkarung
Berjumpa semut terus dimakan
Berjumpa musuh terus bergelung

Kalau bersisik bukan ikan
Semut dimakan dengan muncung
Datang musuh terus bergelung
Itu namanya Tenggiling, tuan

Dipijak-pijak
Dipiat-piat
Makin dipijak
Makin meligat

Yang dipijak ialah pendayung
Yang dipiat adalah stang
Yang berputar ialah roda
Seluruh benda bernama sepeda

Ada seekor burung dewata
Ia terbang segenap kota
Hinggap ia di tanah rata
Tapaknya boleh berkata-kata

Burung dewata yang telah ada
Yang hinggap di tanah rata
Tapaknya boleh berkata-kata
Itulah surat ataupun PENA

Kalau tuan pergi ke kedai
Belikan sayan sebiji ragi
Kalau tuan bijak pandai
Binatang apa tanduk di kaki

Hari-hari ke rumah Cek Tam
Melihat orang memotong tebu
Binatang apa darahnya hitam
Janggutnya lapan tulangnya satu

Binatang apa darahnya hitam
Janggutnya lapan tulangnya satu
Tuan berpikir dan naik pitam
Itulah SOTONG binatang hantu

Berdiri bukannya tongkat
Berpayung bukannya orang
Hidup ia bukannya hewan
Tak boleh dipakai, boleh dimakan

Ada satu binatang ratu
Tinggalnya aman di gua batu
Kalau tidak angin membantu
Tidak keluar dari situ


Clicky